Membangun
Generasi Abad 21
Generasi Merunduk Berkacamata Kuda
Latar belakang
Media sosial bukan
menjadi kata asing ditelinga setiap manusia abad 21. Secara garis besar, media
sosial atau jejaring sosial adalah sebuah platform dan teknologi yang
memungkinkan dibuatnya konten interaktif, kolaborasi, dan pertukaran informasi
antara para penggunanya dengan berbasis internet.
Menurut Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet
Indonesia (APJII) 2016 mengungkap bahwa
132,7 dari 256,2 juta penduduk Indonesia telah terhubung ke internet, dan 129,2
juta mengakses media sosial. Facebook menduduki peringkat pengguna tertinggi
pada konten media sosial yang diakses, yaitu mencapai 54% dari pengakses media
sosial.
Pengguna
yang sangat banyak ini memberikan dampak yang positif sekaligus negatif bagi masyarakat.
Ditinjau dari pendapat orang-orang yang meraih kesuksesan dari media sosial. Chris Garrett seorang
konsultan blogging business dan new media, serta penulis tamu blog-blog
terkenal seperti ProBlogger.net, CopyBlogger dan TheBlogHerald, berpendapat bahwa
media sosial adalah alat, jasa, dan komunikasi yang memfasilitasi hubungan
antara satu dengan yang lain serta memiliki kepentingan atau ketertarikan yang
sama. Marjorie
Clayman (Clayman Advertising, Inc.) memandang media social dari sisi
ekonomis yaitu, sebagai media pemasaran baru yang memungkinkan Anda untuk
mengenal pelanggan dan calon pelanggan dengan cara yang sebelumnya tidak
mungkin dilakukan. Dari kedua pendapat
diatas dapat kita lihat bahwa media social memberikan dampak yang positif dan
menguntungkan jika digunakan secara tepat dan bijaksana. Namun sesuatu yang
berlebihan dan tidak bijaksana akan memberikan dampak yang negatif bagi
pengakses yang kurang berhati-hati. Dalam membangung generasi abad 21 yang
bermoral yang tetap mepertahankan budi pekerti dan nilai yang ditanamkan sejak
dulu. Esai
berjudul “Generasi Merunduk Berkacamata Kuda” yang berpanduan pada subtema “Media
Sosial, Apakah Media Anti Sosial?”,
diharapkan dapat membuka mata kita semua. Dunia maya akan sagat memberikan dampak yang fatal jika
kita tenggelam didalamya. Maka dari itu, kita sebagi generasi penerus bangsa
harus cukup bijaksana dalam menyikapi perkembangan teknologi ini.
Isi
Pada
era serba modern ini sangatlah mudah bagi kita untuk saling terhubung dengan
siapapun, dimanapun, dan kapanpun. Perkembangan telekomunikasi dan informatika
(IT) dengan segala vitur-vitur pendukung yang ada, membuat semua semakin mudah
diaksises. Kemajuan teknologi komunikasi ini sangatlah positif. Banyak
keunggulan yang dapat kita rasakan melalui pemanfaatan media sosial yang baik.
Pertama, melalui media sosial dapat menghubungkan dengan sesama pengakses tanpa
terhalang jarak dan waktu, dan bahkan dapat dengan mudah menemukan orang-orang
yang sudah lama tidak terhubung dengan kita. Kedua, media sosial sangat membantu
dalam mengembangkan bisnis, dengan memasarkan barang dagangan melalui akun-akun
media sosial, akan sangat mudah,efisien,dan cepat dalam melakukan penawaran
barang dagangan. Ketiga, keunggulan media sosial pada bidang pendidikan.
Biasanya selain menginformasikan instansinya melalui wapside. Universitas, sekolah, atau lembaga pendidikan luar sekolah
lainya juga mempublikasikan informasinya dengan membuka akun pada media sosial,
dengan pemanfaatan akun media sosial instansi lebih mudah ditemukan dan lebih
mudah mempublikasikan informasi terkininya. Selain itu,fungsi lainnya sangat
membantu kita dalam belajar. Kita dapat membentuk komunitas tertentu yang
sesuai dengan minat kita. Melalui komunitas yang terbentuk memudahkan dalam
saling bertukar pikiran,dan membagi pengetahuan secara global. Fungsi lain yang
menguntungkan dalam bidang pendidikan yang kini sering dipakai oleh sekolah dan
universitas adalah pemanfaatan media yang menghubungkan antara guru,siswa dan
orang tua, melalui media social orangtua dan guru dapat memantau perkembangan
peserta didik contohya media yang sering
dipakai adalah edmodo. Keempat, media sosial membantu dalam menemukan informasi
tempat-tempat menarik yang dapat dikunjungi untuk berwisata diamanapun dan
kapanpun. Bahkan akhir-akhir ini banyak aplikasi penunjang yang dapat
memberikan informasi mengenai tempat wisata,harga terkini, dan tempat tinggal
disekitar tempat wisata dengan pilihan harga termurah. Informasi tersebut juga
dapat ditemui pada akun traveler,
atau foto-foto yang di unggah oleh pengguna lain, dengan ini dapat memberi
refrensi mengenai destinasi wisata. Kelima, media sosial membantu dalam
menemukan informasi terkini lowongan
pekerjaan. Sangat mudah dalam menemukan infirmasi tentang lowongan pekerjaan,
kini banyak akun yang menyediakan informasi tersebut diberbagai konten media
sosial. Hal ini sangat membantu dalam memajukan kualitas hidup dan karir
masyarakat.
Perkembangan
komunikasi yang pesat, semakin memudahkan dalam mengakses banyak hal. Namun,
banyak dari kita tidak memanfaatkan media ini dengan bijaksana. Masyarakat menjadi
sangat bergantung dengan media sosial dan cenderung menutup diri dari
lingkungan sekitar. Tanpa disadari dari saat bangun tidur sampai mengakhiri
hari kita selalu terhubung dengan internet untuk mengakses media sosial. Apalagi
ditunjang dengan fasilitas wifi yang
sangat mudah ditemukan dimanapun, dan kini telah banyak tempat yang menawarkan
fasilitas wifi gratis seperti
cafe,pasar,kantor,sekolah,lapangan,alun-alun kota dan masih banyak lagi.
Kebiasaaan kita yang hanya sekedar mengecek timeline,
berita atau status teman dan bahkan mengupdate
status merupakan hal yang sudah sangat melekat dalam kehidupan kita
sehari-hari. Dari aktifitas ini secara tidak sadar kita telah memberitaukan
kepada dunia, tempat kita sekarang, hal apa yang sedang kita kerjakan, sedang
bersama siapa kita, dan apa yang sedang kita pikirkan. Ruang privasi semakin
sempit, dan semakin mudah kita mengakses informasi tentang orang-orang tanpa
perlu meminta ijin kepada sipemilik identitas. Contohnya saat kita ingin
mengetahui informasi tentang seseorang kita bisa mendapatkan data alamat, tempat,
tanggal lahir orang tersebut melalui akun media sosialnya. Dampak lain yang
ditimbulkan akibat penggunaan media sosial yang tidak bijaksana adalah meningkatkan
sifat konsumtif. Media sosial juga dapat digunkan dalam mengembangkan bisnis
online, dengan menawarkan banyak barang menarik dan tentunya lebih murah karena
dalam pemasarannya dapat dilakukan dengan mudah dan gratis. Hanya dengan
memanfaatkan akun media sosial dan mengumpulkan banyak followers telah memudahkan pembisnis mendapatkan pelanggan. Dengan
banyaknya waktu yang kita pakai untuk mengakses akan semakin banyak barang yang
menarik yang secara tidak langsung menarik perhatian kita untuk membeli barang
tersebut. Padahal barang tersebut juga bukan tergolong barang yang kita
butuhkan. Namun trend yang diciptakan oleh para pengguna media sosial dan
tersedianya barang tersebut pada akun-akun bisnis online membuat kita menjadi
lebih konsumtif dari sebelumnya. Kemudian dampak negatif lainnya adalah
menimbulkan sikap antisosial dalam diri masyrakat. Perkembangan teknologi
khususnya dalam komunikasi menjadi faktor terbesar degradasi interaksi sosial
dikalangan masyarakat. Kemunduran intenstitas komunikasi langsung antar
individu atau kelompok, serta sikap individuasi yang secara tidak sadar mulai
mengikis nilai-nilai yang menjadi karakter khas masyarakat Indonesia, menjadi
dampak terbesar yang ditimbulkan oleh pemakaian media sosial secara tidak
bijaksana. Fenomena sosial yang mulai timbul adalah sikap menutup
interaksi langsung dengan lingkungan sekitar.
Dulu, bahkan didalam angkutan umum atau ruang tunggu kita bisa mengisi waktu
dengan mengobrol dan menjalin relasi baru dengan orang baru yang ada disekitar
kita. Sekarang masyarakat lebih memilih untuk membuka handphone dan mengakses
media sosial. Selain itu, dalam pertemuan keluarga atau momen saat berkumpul
bersama teman menjadi waktu yang sangat cocok untuk berbincang-bincang bersama.
Kini, kita mulai meninggalkan kebiasaan itu,kita lebih memlih untuk mengabadikan
nya melalui foto, vidio atau hanya sekadar mengupload momen dari pada menikmati
saat berkumpulnya, bahkan tidak jarang kita lebih memlih berkomunikasi dengan
orang yang jauh mealui media sosial dari pada berbincang dengan orang yang ada
disekitar kita. Dalam kita mengupload momen tersebut dimedia sosial ada rasa
yang terpuaskan dalam diri. Kita menjadi pribadi yang haus perhatian, dan kita
lebih nyaman berbincang melalui media sosial dan cenderung sibuk sendiri dan
bahkan menjadi pendiam saat bertemu langsung. Hal ini disebabkan kurangnya
pembiasaan diri dalam interaksi langsung. Selain itu, berkaitan dengan
degradasi interaksi sosial. Kasus yang
akhir-akhir ini sering kita temui adalah penyampaian aspirasi,kritik secara bebas
dan tidak bertangung jawab melalui media sosial. Ini merupakan salah satu
kemunduran komunikasi dengan pemanfaatan media sosial yang tidak bijaksana.
Terkadang kita melihat kasus “saling sindir’’ antar
anggota forum tertentu entah itu dalam lingkup organisasi sekolah, kampus,atau antar
kubu partai, dan media sosial digunakan sebagai sarana untuk mengaspirasikan
ketidaksepahaman ini. Padahal, media sosial merupakan media terbuka yang
siapapun dapat dengan mudah mengaksesnya sehingga akan menimbulkan pro kontra
serta misinterpretasi antar pihak yang tidak mengerti permasalahan yang sedang
terjadi. Oleh karena itu, tidak jarang pembaca dibuat geram dan terpancing
untuk semakin memanaskan situasi dengan ikut berkomentar pada cuitan yang
disampaiakan melalui media sosial tersebut. Ini adalah salah satu bukti kemunduran
interaksi sosial. Karna jika cara komunikasi antar kedua pihak baik, maka tidak perlu menggunakan media sosial
sebagai cara menyampaikan pendapat yang tentu akan menimbukan permasalahan
baru, dan hal ini merupakan sikap yang tidak dewasa untuk dilakukan.
Penutup
Berdasarkan uraian
diatas, dapat kita ketahui dan simpulkan bahwa manusia pada era ini sangat
membutuhkan teknologi dalam segala bidang. Modernisasi yang terus terjadi membutuhkan
tanggapan yang cepat dan tentu dengan cara manual saja tidak dapat menandingi
kecepatan perkembangan yang terjadi. Namun ibarat pedang bermata dua teknologi
juga dapat menusuk penggunanya apabila tidak dimanfaatkan dengan hati-hati. Sikap
apatis dan menolak adanya perkembangan ini, bukan merupakan cara yang benar
untuk menghindari dampak negative dari teknologi. Namun penggunaan yang tepat
dan bijaksana akan memberikan manfaat yang besar bagi kita. Oleh
karena itu sebagai generasi abad 21 yang merupakan penerus bangsa, dituntut
untuk lebih bijak dalam menyikapi hal ini. Indonesia terkenal dengan keramahan
dan kepedulian terhadap sesama, ciri khas dan nilai ini yang perlu terus kita jaga.
Jangan sampai dunia maya menguasai dunia
nyatamu. Sikap anti social yang timbul akan sangat merugikan. Kemunduran seni
berkomunkasi dan berelasi tentu akan berdampak buruk dalam segala spek. Berhenti
menjadi generasi yang merunduk, lepaskan kacamata kudamu dan mulailah menjalin
komunikasi langsung.
Komentar
Posting Komentar